facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

✿ P U T R I K U S R Y A N T I ✿

Sugeng enjang sadayanaaa..
Pada kesempatan kali ini aku mau share salah satu tugas aku jaman masi sering nugas dulu hohoho maklum sekarang kan udah ga nugas lagi #sombong dong wkekek

Image result for hambatan bekerja di kantor anime





Latar Belakang Masalah

Setiap manusia memiliki serangkaian kebutuhan yang harus dipenuhi baik itu kebutuhan fisik maupun psikologis. Untuk kebutuhan fisik seperti makan, minum, pakaian dan perumahan, kebutuhan ini akan terpenuhi apabila seseorang memiliki uang. Seseorang harus bekerja untuk memperoleh uang, walaupun uang bukan satu-satunya alasan mengapa orang bekerja. Menurut Pandji Anoraga (1992:11) “Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapai, dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukan akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan dari pada keadaan sebelumnya”. Sebelum seseorang bekerja seseorang harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan dirinya.
Ketika kita dihadapkan dalam pemilihan karir, maka akan timbul pertanyaan-pertanyaan dalam diri, pekerjaan apa yang harus saya pilih. Apakah saya akam menjadi guru? Apakah saya akan menjadi wiraswasta? Apakah saya akan menjadi pengacara atau pilot? Dan banyak lagi pertanyaan- pertanyaan lain yang muncul. Menentukan suatu pilihan memang tidaklah mudah banyak hal yang harus diperhitungkan, begitupun dalam pemilihan karir.
Pemilihan karir merupakan suatu proses untuk memilih suatu pekerjaan tertentu. Seseorang akan mempertimbangkan beberapa pilihan pekerjaan yang didasarkan atas berbagai faktor diantaranya kesesuaian internal seperti minat,kemampuan, dan nilai-nilai, dukungan orang tua, pengaruh teman sebaya, dan lain-lain. Seiring proses pemilihan tersebut, ia akan melakukan eksplorasi terhadap diri sendiri, bidang studi, dan pekerjaan yang mungkin akan menjadi pilihannya. Proses ekplorasi akan memungkinkan seseorang mengenal dirinya meliputi minat, bakat, dan kemampuan yang dimilikinya. Proses eksplorasi juga memungkinkan dirinya untuk semakin mengenal dunia kerja dan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Ia akan menentukan pilihannya, yaitu karir apa saja yang sesuai dengan dirinnya.
Memilih dan merencanakan karir merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa remaja. Hakikat tugas perkembangan tujuan tugas ini adalah memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dan mempersiapkan diri memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memasuki pekerjaan tersebut. Dasar psikologis studi tentang minat remaja,  menunjukkan bahwa perencanaan dan persiapan pekerjaan merupakan minatnya yang pokok, baik remaja pria maupun wanita yang berusia 15-16 (Syamsu Yusuf LN, 2006:83).
Setiap proses atau tahap yang mengarah pada pemilihan karir yaitu pemilihan jurusan di sekolah akan berpengaruh pada pemilihan jurusan dan penentuan perguruan tinggi kelak, dan akan jadi apa kelak. Proses ini merupakan serangkaian proses untuk perencanaan masa depan terutama dalam bidang karir. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan karir tidak semata dalam pemilihan pekerjaan semata. Dapat dikatakan prosesnya cukup panjang.
Dapat dikatakan pola asuh orang tua mempunyai hubungan yang erat dengan pemilihan karir anak. Dalam hubungan orang tua dan anak, kadang anak mereka sering harus belajar menyesuaikan diri dengan aturan yang dibuat oleh orang tua. Ada tiga macam bentuk pengasuhan yang biasa digunakan oleh orang tua antara lain yaitu (1) pengasuhan otoriter, (2) pengasuhan demokratis, (3) pengasuhan Permissif.
Pola asuh yang berbeda-beda akan menghasilkan sikap, kepribadian dan perilaku yang berbeda-beda juga terutama dalam pengambilan keputusan. Ada anak yang bebas menentukan pilihannya sendiri ada pula yang selalu harus mengikuti keputusan orang tua hal ini tergantung pola asuh yang diterapkan orang tua. Siswa SMA berada pada masa remaja dimana mereka sudah harus mempersiapkan dan memilih karir untuk masa depannya.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Siti Jamilah (2005) mengenai hambatan-hambatan yang mempengaruhi ketepatan pilihan karir siswa. Hasil dari penelitian tersebut terdapat hambatan internal dan hambatan eksternal. Salah satu hambatan eksternal adalah orang tua dan presentasenya 79,1% yaitu pada katagori tinggi, artinya bahwa dalam pemilihan karir siswa orang tua kurang mendukung serta terlalu memaksakan keinginan atau hendaknya terhadap karir yang dipilih anaknya bahkan siswa tidak memiliki pilihan pekerjaan atau karir.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Pudji Hartuti (2002) mengenai hubungan antara kesan anak tentang pola asuh orang tua, sikap sosial, minat karir, dan pilihan karir : pengujian teori Roe dalam konteks sosio-kultural Indonesia. Hasil penelitian didapat adanya hubungan positif secara signifikan tersebut adalah kesan anak tentang pola asuh orang tua dengan sikap sosial dan minat karir dengan pilihan karir.
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya dapat diketahui bahwa memang ada keterkaitan antara orang tua dengan pilihan karir anak. Terbukti ternyata orang tua menjadi salah satu hambatan eksternal dalam pemilihan karir anak. Penelitian yang lain kesan anak tentang pola asuh orang tua dengan sikap sosial dan minat karir dengan pilihan karir hasilnya adanya hubungan positif secara signifikan. Lebih lanjut peneliti ingin mengkhususkan melakuan penelitian mengenai pola asuh demokratis.
Pola asuh demokratis merupakan perpaduan antara pola asuh otoriter dan pola asuh Permissif. Pola asuh demokratis orang tua lebih hangat penuh kasih sayang. Orang tua juga lebih demokratis pada anak, anak lebih bisa menentukan pilihannya anak dilatih untuk bertanggung jawab namun orang tua tetap memberi pengawasan sehingga anak tidak di lepas  begitu  saja masih dalam batasan normatif. Orang tua demokratis lebih bisa merangsang anak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, bebas memilih, bisa menyelesaikan tugas-tugas atau hal-hal yang dikehandaki, namun orang tua tetap mengarahkan.

B.         Landasan Teori

Karir adalah semua jabatan/pekerjaan yang dimiliki/dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu organisasi atau perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Karir adalah perjalanan yang dilalui seseorang selama hidupnya. Menurut Handoko (2000 : 123), karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Dengan demikian karir menunjukkan perkembangan para pegawai secara individual dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu organisasi.Terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir Irianto (2001:93).
Pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan occupation atau organisasi. Dimana karir dapat dilihat sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal.
Pendekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas individual dan bukan okupsi atau organisasi. Setelah setiap individu mengakumulasikan serangkaian jabatan, posisi, dan pengalaman tertentu pendekatan ini mengakui kemajuan karir yang telah dicapaiseseorang.
Menurut kol. Susilo Martoto, perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang karyawan/anggota organisasi sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat/jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.


Keberhasilan karier seseorang dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
a.             Pendidikan formalnya
b.             Pengalaman kerjanya
c.             Sikap atasannya
d.             Prestasi kerjanya
e.             Bobot pekerjaanya
f.             Adanya lowongan jabatan
g.             Produktifitas kerjanya

Tujuan atau sasaran karir adalah “posisi atau jabatan tertentu yang dapat dicapai oleh seorang pegawai bila yang bersangkutan memenuhi semua persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan jabatan tersebut.” Tujuan atau sasaran karir tidak otomatis tercapai bila seorang pegawai memenuhi syarat yang harus dipenuhi karena untuk menduduki suatu karir tertentu, kadang- kadang harus memenuhi syarat- syarat yang seringkali di luar kekuasaannya yaitu ada tidaknya lowongan jabatan yang dituju, ada tidaknya keputusan dan referensi dari pimpinan, dan ada tidaknya kandidat lain yang sama kualitasnya, semua itu dapat membatasi kemajuan karir seorang pegawai.
Dalam berkarir diperlukan adanya Managemen Karir.Managemen Karir sendiri adalah proses untuk membuat karyawan dapat memahami dan mengembangkan dengan lebih baik keahlian dan minat karir mereka dan untuk memanfaatkan keahlian da minat ini dengan cara yang paling efektif.Manajemen karir individu sebagai manajemen karir yang dilakukan secara individu dengan tujuan menetapkan perencanaan da perkembangan karirnya selanjutnya
Manajemen karir adalah proses dimana organisasi mencoba untuk menyesuaikan minat karir individual dan kemampuan organisasi untuk merekrut karyawan (Gutteridge, 1976).
Manfaat  Perencanaan Karir
Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi meumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.
Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi

Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional.
Perencanaan karir adalah suatu proses yang digunakan seseorang untuk memilih tujuan karir dan jalur karir untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk meD. nyesuaikan tujuan karir da kemampuan untuk mengisinya secara sistematis.
Langkah-langkah perencanaan karir :
·         Menilai diri sendiri
·         Menetapkan tujuan karir
·         menyiapkan rencana-rencana kegiatan untuk mencapai tujuan karir
·         melaksanakan rencana-rencana
Proses Managemen Karir
TAHAP 1 : Career Exploration
Didasarkan pada tingkat exploration behavior dikembangkan oleh vocational psychologist. Exploraion behavior mental atau fisik aktifitas seseorang. Dalam hal ini diperlukan diperlukan informasi mengenai individu tersebut dalam lingkungan. Informasi digunakan untuk pengembangkan individu dan accupational concept.
TAHAP 2 : Development of Career Goal
Menurut goal setting theory, tujuan aka mempengaruhi perilaku melalui direct attentions, stimulating effort, serta facilitating the development strategies (Loke dan Lartham) kemampuan dan keahlian lewat pengalaman kerja. Jadi kemajuan karir diperoleh dalam pengabdian
TAHAP 3 : Political System
Terutama pada perusahaan yang quasimatrix, seperti perusahaan telekomunikasi, akuntansi dan projek-projek kompleks yang ada dalam organisasi. Oleh James Rosenbaum disebut sebagai metode allokasi turnamen.yakni bersaing untuk memperebutkan kesempatan.
Pedoman Dalam Managemen Karir
·         Hindarkan Kejutan Realitias
·         Berikan pekerjaan awal yang menantang
·         Berikan tinjauan pekerjaan yang realistis dalam perekrutan
·         bersikap menuntut
·         adakan rotasi pekerjaan da pelacakan pekerjaan
·         tingkatka penilaian prestasi yag berorientasi pada karir
·         dorongan aktifitas perencanaan karir
C.         Pembahasan

Perencanaan karir  merupakan proses  yang disengaja  di mana  dengan melaluinya  seseorang menjadi  sadar  akan  atribut-atribut yang  berhubungan dengan karir  personal  dan  serangkaian  langkah  sepanjang  hidup memberikan sumbangan pemenuhan karir. Tanpa adanya sebuah proses yang dipersiapkan dengan matang, seseorang kemungkinan akan gagal untuk mencapai karirnya kecuali orang tersebut adalah yang bejo. Menurut kami, berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi tercapainya karir yang kita citakan:
1.      Pemahaman Diri
Dalam menentukan karir, kita harus mengetahui keadaan diri kita sendiri. Dalam memahami diri, banyak penjelasan yang dapat digali mengenai diri kita, seperti kelebihan dan kekurangan kita , kepribadian, kebutuhan-kebutuhan pokok, cara hidup yang kita inginkan, minat dan bakat, cita-cita dan harapan kita kedepan, serta apa saja yang penting bagi kita. Semakin paham akan diri kita sendiri, maka potensi kita untuk mencapai karir yang kita citakan akan mudah kita dapatkan.
2.      Bakat, Kemampuan, dan Potensi
Bakat adalah kemampuan yang terus diasah atau suatu ihwal yang dibawa sejak lahir. Kemampuan adalah suatu kecakapan yang diperoleh setelah memperoleh pengalaman atau pelajaran. Potensi adalah semua kekuatan atau kecakapan yang dimiliki baik itu di bawa sejak lahir maupun yang diperoleh dari pengalaman dan pelajaran. Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini dilengkapi dengan bakat/kemampuan yang melekat padanya. Semakin memahami bakat, kemampuan dan potensi yang kita miliki maka akan semakin tepat dan mudah kita dalam mencapai karir yang kita citakan. Semakin tepat kita meletakan posisi sesuai kemampuan kita, maka proses yang kita hadapi untuk menunjang karir akan semakin mudah.
3.      Minat
Minat merupakan rasa tertarik kita pada sesuatu yang disebabkan beberapa faktor. Minat seseorang berhubungan dengan senang atau tidaknya terhadap suatu bidang tertentu. Setiap orang yang mempunyai minat yang berbeda, walaupun diantaranya ada juga yang sama. Minat  muncul berdasarkan bakat yang ada. Dengan kata lain apabila seseorang mempunyai bakat dibidang seni lukis, maka ia berminat untuk mengikuti les lukis. Selain itu, minat juga dapat muncul karena ada pengaruh dari luar. Minat seseorang bisa berubah karena adanya pengaruh dari luar seperti lingkungan dan kebutuhan. Berdasarkan ketentuan diatas tentang minat, maka diharapkan minat yang didasari oleh bakat, kemudian dikembangkan secara maksimal dan ditunjang oleh fasilitas yang diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal.
Meskipun kita telah meluruskan hal-hal yang mempengaruhi karis seperti  yang telah dipaparkan diatas, tentunya dalam prosesnya akan terdapat banyak hambatan. Salah satu hambatan yang memiliki porsi besar dalam menggapai karir adalah hambatan dari diri kita sendiri. Hambatan dari faktor kemampuan diri adalah salah satu faktornya. Faktor kemampuan diri antara lain keadaan fisik, kemampuan/kecakapan atau kecerdasan (IQ), keterampilan, bakat, minat dan keterbatasan diri yang merupakan faktor penghambat utama sehingga sebaiknya dalam menentukan cita-cita harus disesuaikan dengan keadaan fisik kita. Selain itu, kadangkala kita juga tersandung oleh prasangka. Prasangka merupakan anggapan pada sesuatu yang tidak benar. Prasangka sering menghambat kita dalam pergaulan, seperti diketahui bahwa sifat setiap orang berbeda, begitu juga dengan sifat setiap suku bangsa. Prasangka yang pernah dialami pasti akan menimbulkan hambatan. Dengan mengetahui bahwa prasangka itu menimbulkan hambatan maka setiap orang akan berusaha mengatasinya. Selain hambatan dari dalam diri, ada juga hambatan yang timbul dari faktor lingkungan. Hambatan yang berasal dari faktor lingkungan yaitu keinginan orang tua, keadaan sosial, pendapat orang tua atau teman, pendapat masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat.



Dari beberpapa hambatan baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan luar, kami maka diperlukan cara untuk mengatasi hambatan tersebut.
1.      Melakukan apa yang kita dapat lakukan.
Dengan melakukan hal sesuai dengan kemampuan kita dan tidak muluk-muluk pada cita-cita yang jauh dari beberapa factor pendukung pencapaian karir, maka karir kita akan berjalan dengan baik waktu demi waktu.
2.      Bersabar
Keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melatih kesabaran diri sekaligus mematangkan mental kita dalam menghadapi kegagalan.
3.      Percaya pada kemampuan diri
Semakin percaya dengan kemampuan yang kita miliki maka akan diri kita akan termotivasi tersendiri untuk menunjang karir dengan baik. Pada dasarnya, orang yang merasa ragu pasti pada akhirnya akan mengalami kegagalan.
4.      Selalu berfikir positif
Dengan selalu berfikir positif, maka kira tidak akan ragu dengan jalan yang kita telusuri.
5.      Fokus dengan karir yang kita citakan
Fokus adalah salah satu hal yang krusial bagi kita yang sedang dalam proses pencapaian cita-cita. Dengan selalu fokus terhadap yang kita citakan, maka masalah yang selalu membisiki kita dalam beraktifitas tidak akan mempengaruhi tercapainya karir.
Mengatasi Hambatan-hambatan Internal
Untuk mencapai suatu tujuan, entah itu sukses dalam karir atau pekerjaan, studi, atau apapun itu, tidak tertutup kemungkinan kita akan menghadapi berbagai hambatan atau kesulitan, yang berasal dari eksternal maupun internal (psikologis). Hambatan yang kedua inilah
yang terkadang justru lebih sulit diatasi, atau bahkan sulit dikenali. Kita sering konflik dengan diri sendiri. Atau muncul keraguan bahkan pikiran-pikiran negatif yang membuat kita tidak berani melangkah.
Karena itu, agar langkah kita semakin mantap dalam mencapai cita-cita ataupun tujuan kita, terlebih dahulu atasi hambatan-hambatan internal seperti berikut ini:
1.             Rasa takut
Rasa takut bisa bermacam-macam. Takut ditolak, takut gagal, atau rasa takut yang tidak jelas, hanya sekedar takut. Jika Anda percaya bahwa Anda harus melakukan sesuatu secara sempurna atau tidak melakukan sama sekali, Anda akan memberikan tekanan yang besar pada diri Anda. Dengan kata lain, ketika Anda tidak merasa yakin Anda mampu mendapatkan yang terbaik dalam hal yang Anda lakukan, lebih baik Anda tidak melakukannya. Pemikiran seperti ini yang akan membuat Anda tidak bisa mencapai kesuksesan, karena Anda tidak memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk sukses.
Untuk mengatasi rasa takut, mulailah dengan mengakui, ada rasa takut dalam diri Anda. Selama rasa takut itu ada di dalam alam bawah sadar Anda, rasa takut itu mempunyai kekuatan untuk melumpuhkan Anda. Kenali sumber-sumber keresahan Anda secara sadar, dengan begitu kekuatannya akan berkurang. Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengan seorang teman, keluarga, ataupun terapis yang mengetahui bagaimana cara mengatasi hambatan emosionalnya sendiri.

2.             Pikiran negatif
Pikiran Anda sendiri yang menyakitkan bisa menghambat Anda. Kita sering mengirimkan begitu banyak pesan negatif pada diri sendiri, seperti "Saya kurang pandai", "Saya tidak pernah bisa membuat keputusan yang baik" dan sebagainya. Nah, mulailah amati pikiran- pikiran negatif Anda dan tulis di buku catatan. Mintalah teman-teman dan kolega Anda untuk membahas setiap komentar kritis yang Anda buat tentang diri Anda sendiri untuk membantu Anda menjadi lebih sadar terhadap hal itu. Lalu analisa pesan-pesan tersebut. Apakah pesan itu benar adanya. Dengan memahami pesan-pesan tersebut, Anda akan mulai mengubah cara Anda berpikir dan bertindak.
Berikutnya, ketika Anda gagal, jangan mencaci maki diri Anda sendiri. Lebih baik pikirkan penjelasan lain. Yang terpenting, ingatkan diri Anda bahwa untuk berubah diperlukan keberanian dan kegigihan. Dan bahwa Anda berani sekalipun hanya mencoba.

3.             Rasa kewalahan
Atasi setiap tugas besar selangkah demi selangkah. Jangan biarkan kesulitan atau kebesaran itu mengintimidasi Anda. Dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang bisa diselesaikan, akan mendatangkan beberapa kesuksesan. Dan Anda akan tergerak untuk bergerak maju.

4.             Kebiasaan menunda
Menunda pekerjaan atau tugas adalah hambatan sukses terbesar dalam bidang apa saja. Dan Anda mungkin harus membayar mahal untuk akibat yang ditimbulkannya. Rasa takut mengerjakan suatu tugas menghabiskan lebih banyak waktu dan energi dibandingkan yang digunakan untuk menyelesaikan tugas itu.Cobalah atur waktu Anda, dan cobalah untuk mengerjakannya secara nonstop untuk menyelesaikannya. Di akhir jam yang ditentukan Anda sudah melakukan kemajuan. Gunakan energi Anda untuk membakar hasrat dan keinginan untuk terus bergerak maju untuk memenuhi impian.

5.             Kurang fokus
Kita mudah tergelincir jika tujuan yang akan dicapai adalah beberapa bulan atau tahun yang akan datang. Oleh karena itu, ingatkan diri Anda akan tujuan Anda setiap hari. Dan lakukan setiap hari, bila tidak memungkinkan lakukan setiap minggu. Dengan cara ini, Anda akan tetap termotivasi dan membantu Anda mengatasi masalah atau kesulitan yang Anda hadapi sepanjang jalan yang Anda lalui. Saat Anda mencoba untuk mempelajari sesuatu hal baru,coba duduk dan bayangkan bagaimana kehidupan Anda pada tahun- tahun mendatang.
Penting juga untuk mengevaluasi ulang tujuan-tujuan Anda secara periodik. Adakalanya perjuangan keras Anda untuk bisa mencapai tujuan Anda kemungkinan tidak sesuai dengan rencana yang sudah Anda susun. Jika Anda ingin mengubahnya, jangan anggap itu sebagai menyerah kalah. Tapi sebagai bukti pertumbuhan pribadi Anda. Lalu persiapkan diri untuk mencapai tujuan baru yang lebih tepat atau cocok untuk Anda.

Sikap Menghadapi Kegagalan
Sering kali kita membayangkan dunia sekitar kita begitu sangat menakutkan. Kemudian imanijasi rasa takut itu menyebabkan diri kita defensif dan mengalami kegagalan. Bahkan kita meragukan keberhasilan kita. Dan keberhasilan yang pernah kita buat akan terlupakan. Pikiran tersebutlah yang akan mendukung kita akan mengalami kegagalan, dan juga akan memenuhi ramalan negatif diri kita.
Namun bila kita percaya diri kita akan jauh dari kegagalan. Dan bila kita menciptakan pengalaman yang positif dalam ingatan kita , maka kita akan dapat meningkatkan citra diri. Dengan cara ini, rasa takut yang menghantui kita akan memudar dan keyakinan diri akan semakin kuat.
Bila kita sanggup berhadapan dengan rasa takut, kita dapat membangun citra diri yang lebih kuat. Identitas diri akan berkembang sejalan dengan pertumbuhan pribadi dan kemampuan untuk mencapai sesuatu.
Berikut sikap lain dalam menghadapi kegagalan :
1.             Mempunyai mental yang kuat ( positif atau negatif )
Menggambarkan kepada kita bagaimana sikap mental dapat membuat perbedaan. Saat orang lain mengalami kegagalan atau kehancuran orang yang mememiliki sikap mental positip akan mampu bertahan menjadi lebih baik, dan berhasil mencapai sukses.
Tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk mencapai sukses yang sejati. Sukses yang sejati hanya dapat dicapai setelah kita melalui berbagai rintangan, kesulitan, bahkan kegagalan-kegagalan yang kesemuanya harus kita hadapi dengan sikap mental positif.
Saat menghadapi kesulitan, tak perluh kita buang waktu untuk mengeluh, hadapi dengan sikap mental pantang menyerah. Saat menghadapi kegagalan tak perlu kita buang waktu untuk menyesalinya, bangkit dan hadapi dengan sikap mental pasti bisa. Saat mendapat teguran atau hinaan tak perlu kita buang waktu untuk marah atau sakit hati, jadikan teguran atau hinaan ini sebagai pendorong untuk membuktikan bahwa kita mampu bekerja dengan lebih baik, bahkan menjadi yang terbaik.
Sikap mental negatif. Yang terpikir dalam benak “ Celaka benar nasibku ini. Habislah sudah hidupku.” Teguran ini menjadi beban baginya. Sikap mental positif yang terpikir dalam benak, “ Saya harus mengatasi segala kegagalan ini, dan membuktikan bahwa saya mampu dengan labih baik.” Teguran itu dijadikannya sebagai cambuk untuk menjalani roda kehidupan.
2.             Mempunyai iman yang kuat
Kita harus mempunyai imam kepada Allah. Bila kita punya iman, maka hal negatif akan jauh dari kita, sebagai dampak dari menghadapi kegagalan itu, sehingga kita dapat mempunyai rasa untuk bangkit kembali dari keterpurukan.
3.             Mempunyai rasa tanggung jawab pada diri kita sendiri
“ Saya harus kuat dan mampu bertahan agar dapat keluar dari penjara ini dalam keadaan hidup, karena ada tugas besar yang menanti.” “ Saya tidak akan sanggup menahan siksaan seberat ini terus menerus.“
Akibatnya dari pemikiran mereka itu beberapa bulan kemudian banyak dari mereka yang mengalami gangguan jiwa, kematian, dan tersiksa batin.


Ciptakan Berbagai Skenario
Jalan menuju sukses akan terasa kurang menekan jiwa, jika kita memutuskan bahwa kegagalan hanyalah suatu pengalaman yang akan menghantarkan kita untuk mencoba berusaha lagi dengan pendekatan yang berbeda.
Setiap dari kita pastilah mempunyai cita-cita yang tinggi, namun kita tetap menghadapi dengan realitas yang tidak sepenuhnya mendukung dan mungkin sering menderita akan kegagalan dan penolakan dari orang lain. Meskipun tekad kita memaksa diri untuk tetap gigih berusaha namun citra diri kita bisa memudar akibat kelelahan dan sikap sinis orang lain.
Dalam perjalanannya, sering kali kita mengalami saat penuh amarah, stress, depresi, sebelum akhirnya kita berhasil mencapai tujuan.
Segala sesuatu yang terjadi memiliki hikmah. Orang yang dapat mengambil pelajaran adalah orang yang memiliki keteguhan dan kepercayaan diri untuk menjalani hidup masa depan yang lebih baik.
Kita tidak boleh mengijinkan kegelisahan, umpan balik negatif dan stress mendorong kita untuk melakukan kompromi dengan aspirasi kita. Apabila kita kecewa kita harus tetap berpegang teguh pada tujuan kita, sementara kita mengkaji kenyataan yang kita hadapi.
Jika kita menerima gagasan ini maka kita menumbuhkan semangat yang berbeda serta mencari berbagai strategi lain menuju tujuan.
Tekad kita akan makin teguh dan kita tidak akan mudah kecewa atau marah akibat peristiwa yang dihadapi.
Pengalaman yang negatif tidak akan membingungkan kita, jika kita dapat mengantisipasinya sebagai bagian yang wajar dari suatu proses menuju keberhasilan. Ada 1001 cara jalan menuju Roma, demikian pepatah mengatakan. Demikian juga untuk mencapai, bisa dengan cara A Apabila cara A tidak bisa di lakukan, kita punya cara B. Jika cara B juga sulit, kita punya cara C. Semakin banyak cara, kita telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi untuk mencapai tujuan.
Bertahan dengan Sikap Optimis
Dalam menjalani hidup ini tidak selamanya lancar, dan terkadang hasil yang kita harapkan, tidak seperti yang kita inginkan. Bila kita mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan, janganlah senang dulu.
Karena setiap sesuatu yang kita jalani akan ada kelanjutan dan dampaknya. Dan bila kita mendapatkan hasil, tidak seperti yang diharapakan, kita tidak boleh larut dalam kesedihan, kekecewaan, kekesalan, dan stress, tetapi kita harus yakin bahwa dengan usaha yang benar, ulet dan sunggguh-sungguh akan terbuka jalan lebar untuk memperlancar usaha kita mencapai apa yang diinginkan.
Kita dapat melihat sekitar kita yang mengalami kegagalan dalam hidupnya. Kita perhatikan ada yang menjadi negatif tapi ada juga akan menjadi positif. Bila kita menemukkan yang positif kita dapat mencontohnya dan dapat menjadi acuan kita bila suatu saat kita menghadapai masalah yang sama dengannya. Namun bila kita menemukan yang negatif, janganlah kita mengikutinya. Namun janganlah juga langsung memvonis mereka. Karena dibalik hal negatif tersebut mereka punya alasan yang khusus.
Ingatlah bahwa porsi masalah yang kita hadapi tidaklah sama. Dan juga porsi dari ketahanan mental setiap individu tidaklah sama. Mungkin pernah dikatakana bila orang pintar maka mereka tidak akan terhambat dan mengalami kegagalan dalam hidup kita. Hal itu salah besar, karena kepintaran menjamin kita akan berhasil dalam hidup.
Kita memang harus bersikap optimis, namun janganlah terlalu berlebihan, karena roda kehidupan selalu berjalan. Adakalanya kita berada di atas , ada kalanya juga kita berada di bawah.
Bangkit Kembali dan Lakukan yang Terbaik
Tidak ada hal yang sangat luar biasa dalam kesuksesan seorang manusia. Banyak cara dan jalan yang dapat ditempuh untuk menempa potensi diri hingga titik maksimum. Harus menjadi prioritas dan dibangun dengan landasan hormat terhadapa indivudu. Kemitmen terhadap keunggulan dan ponolakan total terhadap keadaan yang tanggung dan setengah-setengah.
Waktu terus berjalan mengiringi kehidupan manusia malaju dari satu masa ke masa berikutnya. Menghadapi perubahan demi perubahan. Seiring dengan perjalanan waktu, selayaknya kita melakukan keanekaragaman aktivitas yang terbaik dalam menghadapi berbagai perubahan.
Pelajaran yang dapat diambil dari salah satu pengalaman sekitar kita, bahwa mengerahkan segala sesuatu yang terbaik tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang paling kita mampu, dan tidak pernah berhenti melakukan lebih dari yang kita bisa. Hal yang paling penting adalah bagaimana memaksimalkan potensi yang demikian serta mengerjakan hal yang terbaik secara konsisten.

10 Langkah Perencanaan Karir Agar Masa Depan Sukses

Sukses dalam karir identik dengan kesejahteraan. Dibutuhkan pengetahuan dan perencanaan karir yang tepat di masa depan agar kita bisa meraih impian seperti yang kita inginkan. Hal ini merupakan sesuatu yang penting bagi karyawan. Dalam dunia kerja, ada perusahaan yang dengan senang hati memikirkan karier karyawannya dan ada pula perusahaan yang hanya menguras tenaga karyawan tanpa memikirkan masa depan mereka.
Sebagai karyawan, haruslah jeli dalam memilih perusahaan dan jika sudah terlanjur masuk ke perusahaan, maka bisa menganalisa lebih jauh apakah bertahan di perusahaan yang sama atau pindah jika tidak bisa memenuhi impian karir Anda. Jika pindah juga ada dua pilihan, mau pindah ke perusahaan lain atau memulai usaha sendiri. Keduanya punya konsekuensi masing-masing dan kita harus bisa menjalaninya dengan perencanaan yang baik pula.
Tidak semua orang paham bagaimana cara merencanakan karir yang baik. Mereka tahu ingin sukses berkarir namun kadang tak paham cara meraihnya. Untuk memudahkan perencanaan karir, berikut ini ulasan tentang 10 langkah yang dapat membantu Anda membuat dan meraih perencanaan karier yang bisa dijadikan panduan.
Masa depan adalah gambaran dari apa yang kita rencanakan dan akan lakukan nantinya. Oleh karena itu jangan berharap masa depan cerah jika saat ini tidak melakukan perencanaan yang baik. Berikut ini 10 langkah praktis yang bisa membantu menyusun masa depan yang cerah:

1. Menyusun Visi Mulai Sekarang yang Bisa Berawal dari Impian
Jika perusahaan punya visi dan misi, maka karyawan juga harus punya visi. Visi ini bisa berawal dari mimpi yang ingin diraih.  Merujuk pada ulasan Cambridge Dictionary, visi adalah pandangan masa depan (view of the future). Jadi jika ingin membuat visi maka harus bisa membayangkan diri   di masa mendatang, 5 sampai 10 tahun ke depan.
Jika masih bingung membuat visi, coba ikuti cara berikut ini:
Tanyakan kepada diri apa yang Anda inginkan di masa mendatang.
Bayangkan akan menjadi apa diri Anda beberapa tahun ke depan.
Jika masih susah membayangkan sampai 5 tahun atau 10 tahun, mulailah dengan visi 2 sampai 3 tahun.
Visi adalah panduan kemana harus melangkah kedepannya. Anda harus jeli dalam membuat visi, jangan seperti memilih pakaian yang akan digunakan hari ini yang bisa beganti-ganti pakaian. Visi harus spesifik, dan perlu mengujinya, apakah hal itu memang benar-benar yang Anda inginkan di masa mendatang. Visi bisa berganti namun jangan terlalu sering yang berakibat tidak fokus atau bahkan gagal meraihnya.

2. Mulai Mengenali Diri, Jangan Fokus pada Kelemahan, Pacu terus Kekuatan
Melihat kekuatan dan kelemahan ini tidaklah gampang. Kadang orang lain lebih paham tentang kita akibat ego kita terhadap keinginan yang bukan di bidang dimana kita berbakat. Untuk bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki namun secara objektif bisa meminta pendapat dari beberapa teman dekat. Catatlah hal-hal yang mereka ungkap mengenai kekuatan dan kelemahan diri Anda.
Walaupun pendapat teman yang Anda mintai masukan tidak sesuai dengan keyakinan, tampung saja semuanya. Andalah yang harus mengambil peran lebih banyak untuk mengenal kekuatan dan kelemahan karena seharusnya Anda adalah orang yang paling mengerti diri.

3. Review Pencapaian Masa Lalu, Pacu Bidang yang Sudah Berhasil, Jangan Fokus pada Kegagalan
Dalam bekerja atau beraktifitas, jadikan keberhasilan demi keberhasilan sebagai sebuah kebiasaan yang membanggakan. Setiap ada kegagalan, evaluasi sejenak dan segera lupakan, namun jika punya keberhasilan, evaluasi menyeluruh agar bisa mengulanginya lagi di masa yang akan datang dengan lebih gemilang lagi.
Ada baiknya mencatat setiap penghargaan atau prestasi yang pernah diperoleh saat bekerja. Bisa aja catatan prestasi ini kelak bermanfaat saat mencari pekerjaan atau karir baru. Selain membuat resume atau CV lebih menarik, catatan prestasi juga berguna untuk perencanaan karir kedepannya.

4. Fokus dan Tingkatkan terus Keterampilan yang Dikuasai
Keterampilan biasanya sejalan dengan minat. Tak ada salahnya mencatat keterampilan yang Anda kuasai untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik. Keterampilan tidak pelu banyak-banyak, yang penting ahli di satu bidang yang diminati, misalnya ketrampilan menulis untuk pekerjaan reporter, selain itu kemampuan  observasi, menginterview, menginvestigasi, menulis, mengedit, dan lain sebagainya.
Dengan mencatat dan mengetahui keterampilan yang dikuasai, kita dapat menyesuaikan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan keterampilan tersebut.  Perencanaan karier juga lebih mudah dilakukan karena tidak terbatas dengan satu jenis pekerjaan saja.


5. Ikuti Passion karena Passion akan Menunjang Keterampilan sehingga Bisa Menjadi Profesional dalam Bekerja
Bekerja dengan passion akan membuat semakin produktif, karena dengan passion Anda akan rela berkorban apa saja termasuk uang, waktu dan tenaga. Passion akan memberikan kepuasan dan rasa bahagia yang tak bisa dibayar dengan apapun juga.
Contoh passion adalah misalnya Anda adalah seorang karyawan di perusahaan IT dan sangat tertarik di bilang teknologi komputer dan gadget, jika sudah punya passion di bidang tersebut, maka Anda akan rela mengembangkan minat di bidang itu sepulang kerja. Bisa jadi Anda akan menemukan ilmu-ilmu baru di bidang teknologi komputer.
Hal ini berkebalikan juga jika posisi Anda bekerja pada bidang yang tidak disukai. Daripada buang waktu percuma, ada baiknya mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion agar hasil kerja juga maksimal.

6. Cermat Membaca Tren dan Peluang Karir di Masa Depan

Perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini disadari atau tidak telah menutup beberapa pekerjaan sekaligus membuka kesempatan karir di bidang yang lainnya. Contohnya saja pekerjaan atau bidang yang terkait surat menyurat, fotografi dan sejenisnya. Sebagai gantinya kesempatan berkarya di bidang aplikasi android dan transaksi berbasis online terbuka lebar.
Kita harus jeli membaca tren masa depan ini. Jangan sampai kita menggeluti bidang yang ternyata kedepan sudah tidak ada lagi akibat tergilas kemajuan teknologi. Jika kita tak bisa memprediski tren masa depan, setidaknya kita bisa cepat adaptasi dan menyesuaikan keterampilan yang kita miliki dengan kondisi saat ini.

7. Membuat Career Path yang Terukur dengan Metode “SMART”
Metode SMART yaitu Specific, Measureable, Achievable, Realistic, dan Time-bound banyak digunakan dalam perencanaan karir karena lebih spesifik, dapat dicapai, realistis dan memiliki tenggat waktu dalam pencapaian tujuan.
Anda bisa memulai metode tersebut dengan menentukan apa yang akan dilakukan beberapa tahun ke depan. Bisa dimulai dengan perencanaan setiap tahunnya, setiap 6 bulan dan bahkan gol setiap bulannya. Jangan lupa untuk disiplin melakukan evaluasi, setidaknya evaluasi pencapaian setiap bulan atau setiap 6 bulan untuk meraih karier yang Anda idamkan.

8. Jalankan Rencana Karir yang sudah Dibuat dengan Disiplin dan Bertanggung Jawab
Banyak orang gagal karena tidak disiplin dalam menjalankan rencana yang sudah dibuat. Sebuah perencanaan yang matang dan detail tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya eksekusi. Metode SMART akan banyak membantu memberikan panduan bagaimana membuat sebuah perencanaan karir yang tepat.



9. Demi Menunjang Tujuan yang Ingin Diraih, Tingkatkan Terus Keterampilan dan Level Pendidikan
Tak jarang rencana karir yang ingin diraih membutuhkan ketrampilan yang memadai dan juga level pendidikan yang setara. Mau tidak mau Anda harus lakukan ini. Meningkatkan ketrampilan dan pendidikan juga bisa jadi media kita untuk memperluas wawasan, koneksi dan peluang karir atau bisnis yang lebih baik lagi kedepannya.

10. Lakukan Evaluasi Perencanaan Karir Secara Berkala, Bisa Triwulan, Semester atau Tahunan

Evaluasi rutin merupakan bagian penting dari sebuah perencanaan. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengontrol dan memperbaiki hal-hal yang telah dilakukan apakah sesuai di jalur perencanaan karier atau menyimpang. Di sisi lain, evaluasi rutin terhadap perencanaan karier,  juga bisa dijadikan sebagai metode yang efektif untuk mencapai tujuan karir secara berkala.
Memahami Potensi diri dan Evaluasi Berkala Sebagai Kunci Masa Depan yang Cerah
Masa depan adalah seperti apa yang kita rencanakan. Dalam perencanaan karier, seringkali perlu meluangkan waktu untuk mengenal diri sendiri, dan melihat peluang di luar diri kita. Lebih awal dalam merencanakan karir akan lebih baik, syaratnya harus bertindak sesuai rencana dan mengevaluasinya secara rutin.
Manajemen pengambangan karier
Setiap pekerja yang merencanakan pengembanagn karier perlu bersikap dan bertindak sebagai berikut:
a. Memilih bidang pekerjaan
b. Memahami dan meneriam kedudukan yang sekarang
c.Merencanakan jalan keluar

Manajemen pengembangan karier berlangsung secara dua arah:
Arah pertama harus datang dari para pekerja dengan aktif merencanakan dan melakukan kegiatan ke arah kemajuan dan perkembangan untuk mewujudkan karier yang sukses
Arah kedua dalam pengembangan karier harus datang dari organisasi untuk membantu dan memberi peluang bagi pekerja yang potensial dalam mengembangkan karier.
Bantuan organisasi dalam pengembagan karier dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
·         organisasi harus menempatkan para pekerja sebgai pertner yang harus dibantu sepenuhnya dalam mengembangkan kariernya
·         organisai wajib membantu para pekerja untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan pekerjaan
·         organisasi perlu memberikan dorongan kepada para pekerja agar menegelola kariernya sejalan dengan strategi organisasi dan pengembnagannya
·         data yang dimiliki organisasi untuk perencanaan SDM sebagai keputusan masa mendatang dapat dipadankan dengan tujuan pekerja dalam manajemen pengambangan karier
·         organisasi harus memepergunakan data hasil penilaian kerja agar dapat menempatkan pekerja secara tepat untuk jabatan tertentu
·         hubungan kebutuhan pengembnagan karier pekerja secara individu dengan kebutuhan pengambangan kerier organisasi harus sejalan

Manfaat pengembangan karier
Pengembangan karier pada dasarnya memiliki manfaat yang hampir sama dengan apa yang dikemukakan di atas, namun manfaat pengembangan ini ada kekhususan karena sudah menyangkut kegiatan pendidikan dan latihan.
Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan kemampuan karyawan
Dengan pengembangan karier melalui pendidikan dan latihan, akan lebih meningkat kemampuan intelektual maupun ketrampilan karyawan yang dapat disumbangkan kepada organisasi.
b)Meningkatnya suplay karyawan yang berkemampuan
Jumlah karyawan yang lebih tinggi kemampuannya dari sebelumnya akan menjadi bertambah, sehingga memudahkan pihak pimpinan untuk menempatkan dalam job atau pekerjaan yang lebih tepat. Dengan demikian suplay karyawan yang berkemampuan bertambah dan jelas akan dapat menguntungkan organisasi.

Kesimpulan


Dalam mencapai karir terdapat beberapa hal dasar yang harus dipahami yakni pemahaman diri, bakat, kemampuan, dan potensi serta minat sebenarnya di hati kita. Hambatan yang mempengaruhi proses menuju tercapainya karir berasal dari diri sendiri dan factor lingkungan kita. Dari beberpapa hambatan baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan luar, terdapat beberapa solusi untuk mengatasinya yakni melakukan apa yang kita dapat lakukan(sesuai kemampuan), senantiasa bersabar, percaya pada kemampuan dirim selalu berfikir positif serta selalu fokus dengan karir yang kita citakan

Daftar Pustaka
http://www.slideshare.net/RismaJayanti/manajemen-karir-makalah-psikologi-sumber-daya-manusia-risma-aip-umb
https://initugasku.wordpress.com/2010/03/19/manajemen-karier/
https://www.cermati.com/artikel/10-langkah-perencanaan-karir-agar-masa-depan-sukses
https://irrineayu.wordpress.com/2015/04/17/manajemen-karir-pengertian-tujuan-manfaat-proses-dan-perencanaan-karir/
https://lokerberbagi.blogspot.co.id/2014/02/permasalahan-karir-dan-solusinya.html

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
hallo welcome back to my ordinary blog..
so in this time I want to share my weekly quiz..so keep reading ok !
jadi bermula saat hari ini baru inget kalo kuis yang udah dibuka dari hari jumat bakalan close sore nanti dan aku belum nyentuh itu kuis sama sekali..ahahah
kebiasaan dari jaman smk jadi anak SKS alias Sistem Kebut Semalam  #gubrak
dan topik yang dibahas dalam forum,kuis itu adalah tentang data Warehouse yang jujur aku masi ngga ngeh itu mata kuliah apa,padahal semester 6 udah ma lewat huhuuh

Data Warehouse: Arsitektur Data Warehouse
Definisi
Arsitektur adalah sekumpulan atau struktur yang memberikan kerangka untuk keseluruhan rancangan suatu sistem atau produk.Arsitektur Data adalah menyediakan kerangka dengan mengidentifikasi dan memahami bagaimana data akan pindah melalui sistem dan digunakan dalam perusahaan.
Karakteristik
Data diambil dari source system, database, dan file Data dari source system diintegrasikan dan ditransformasikan sebelum disimpan ke dalam Database Management System (DBMS) seperti : Oracle, SQL Server, Sy Base DWH adalah database read only yang terpisah yang dibuat khusus untuk pengambilan keputusan User mengakses DWH melalui tool front end atau aplikasi

Menurut Poe, arsitektur adalah sekumpulan atau struktur yang memberikan kerangka untuk keseluruhan rancangan suatu sistem atau produk. Ada arsitektur client-server, arsitektur networking dan masih banyak arsitektur lainnya. Arsitektur data menyediakan kerangka dengan mengidentifikasikan dan memahami bagaimana data akan pindah melalui sistem dan digunakan dalam perusahaan. Arsitektur data untuk data warehouse mempunyai komponen utama yaitu read-only database.
Karakterisitik arsitektur data warehouse (Poe):
1.Data diambil dari sistem asal (sistem informasi yang ada), database dan file.
2.Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi sebelum disimpan ke dalam Database Management System (DBMS) seperti Oracle, Ms SQL Server, Sybase dan masih banyak yang lainnya.
3.Data warehouse merupakan sebuah database terpisah bersifat hanya dapat dibaca yang dibuat khusus untuk mendukung pengambilan keputusan.
4.Pemakai mengakses data warehouse melalui aplikasi front end tool.

Aristektur dasar:



Arsitektur dengan staging area:


Arsitektur dengan data mart:


Komponen Data Warehouse Menurut Connoly And Begg
Arsitektur data warehouse terdiri dari struktur dan komponen yang saling berhubungan satu sama lain dalam membangun data warehouse.


1.Operational Data
Sumber data dari data warehouse dapat diambil langsung dari mainframe, basis data relasional seperti Oracle, Ms SQL server dan sebagainya. Selain itu dapat melaluo Operational Data Source (ODS). ODS menampung data yang diekstrak dari sistem utama atau sumber-sumber data yang ada dan kemudian data hasil ekstrasi tersebut dibersihkan.
- Berfokus pada fungsi-fungsi transaksional
- Merupakan bagian dari infrastruktur perusahaan
- Detail, tidak ada redudansi, dapat diupdate
- Merefleksikan nilai sekarang

2.Operasional Data Store

Tempat penyimpanan sementara dari data operasional saat ini
Menyuplai data yang sudah diekstrak dari sistem sumber dan   dibersihkan
Menyederhanakan proses integrasi dan restrukturisasi data di  data warehouse

3.Load manager
Load manager juga disebut sebagai komponen front-end yang bertugas melakukan seluruh operasi yang berhubungan dengan ekstrasi dan me-load data ke warehouse.
Menampilkan semua operasi yang terkait dengan ekstrak dan load   data ke dalam data warehouse
Data bisa diekstrak langsung dari sumber data atau ODS

4.Warehouse Manager
Warehouse manager melakukan seluruh operasi-operasi yang berhubungan dengan kegiatan manajemen data di dalam warehouse. Operasi-operasi tersebut meliputi:
•Analisis terhadap data untuk memastikan konsistensi
•Transformasi dan penggabungan sumber data dari tempat penyimpanan sementara menjadi tabel-tabel data warehouse.( Transformasi dan penggabungan sumber data dari ODS ke table data warehouse)
•Penciptaan indeks-indeks dan view berdasarkan tabel-tabel dasar
•Melakukan denormalisasi dan agregasi jika diperlukan
•Backing-Up dan mengarsipkan data

5.Query manager
Query manager juga disebut komponen back-end, melakukan operasi-operasi yang berhubungan dengan manajemen user queries. Operasi-operasi yang dilakukan oleh komponen ini termasuk mengarahkan query kepada tabel-tabel yang tepat dan menjadwalkan eksekusi dari query tersebut.

6.End-user Access Tools
Prinsip atau tujuan utama dari dibangunnya data warehouse adalah untuk menyediakan informasi bisnis kepada user-user untuk dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.User ini berinteraksi dengan warehouse melalui end-user access tools. Data warehouse harus secara efisien mendukung secara khusus kebutuhan user serta secara rutin melakukan analisis. Performa yang baik dapat dicapai dengan merencanakan dahulu keperluan-keperluan untuk melakukan joins, summations dan laporan-laporan per periode dengan end-users.
Komponen yang menyediakan informasi dari data warehouse   yang   ada bagi user dalam membantu mengambil keputusan
Tools mencakup :
 - Reporting dan Query Tool
 - Reporting : Menghasilkan laporan operasional yang teratur
 - Query : Relasi data warehouse untuk dapat menerima SQL atau untuk menghasilkan pernyataan SQL agar dapat melakukan query pada data  yang disimpan dalam data warehouse
Application Development Tools
 - Dirancang untuk kebutuhan Client Server
Executive Information System (EIS) Tool
 - Mendukung pengambilan tingkat tinggi
OLAP Tool
 - Konsep multidimensi
 - Mengizinkan pengguna untuk menganalisis data menggunakan view yang kompleks
Data Mining Tool
 -Proses menemukan korelasi, pola, dan gaya baru yang bermanfaat dengan ‘menggali’ data dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan teknik statistika dan matematika

7.Detailed Data
Komponen yang menyimpan detail data dalam skema database
Current Detail Data adalah Langsung dari operasional database dan mengacu pada data perusahaan sekarang
contoh : profil pelanggan, data aktivitas pelanggan, data sales, data demografis
Old Detail Data à Current Detail Data yang berumur atau histori dari   subyek area

8. Lightly dan Highly Summarized Data
Menyimpan semua data Lightly dan Highly Summarized yang sudah terdefinisi sebelumnya yang dibuat oleh Warehouse Manager
Tujuan : meningkatkan performance query

9. Back Up Data/Archive Data
Menyimpan Detailed Data dan Summarized Data dengan tujuan   mengarsip dan melakukan backup

10. Metadata
Digunakan untuk membangun, memelihara, mengatur, dan   menggunakan data warehouse
Mengandung lokasi dan deskripsi :
Komponen data warehouse (nama, definisi, struktur, dan isi dari data warehouse dan end user view)
Identifikasi dari pembuat sumber data (record system)
Aturan-aturan integrasi dan transformasi yang digunakan untuk mempopulasikan data warehouse
Histori dari update dan refresh data warehouse
Pola-pola matriks yang digunakan untk performa menganalisa data warehouse


Berdasarkan kategori yang dikemukakan oleh Berson dan Smith terdapat lima grup utama dari tools tersebut, antara lain:
1.Reporting and query tools
2.Application development tools
3.Executive information System (EIS) tools
4.Online Analytical Processing (OLAP) tools
5.Data mining tools

Arsitektur dan infrastruktur dari data warehouse sangat erat hubungannya dan satu dengan lainnya saling berkaitan.
Strukrutur Data Warehouse
Seperti yang kita lihat sebelumnya pada arsitektur data warehouse, ada beberapa struktur yang spesifik terdapat pada bagian warehouse manager. Bagian tersebut merupakan struktur data warehouse.

Menurut Poe, Vidette, data warehouse memiliki struktur yang spesifik dan mempunyai perbedaan dalam tingkatan detail data dan umur data. Komponen dari struktur data warehouse adalah: 
1.Current detail data
Current detail data merupakan data detil yang aktif saat ini, mencerminkan keadaan yang sedang berjalan dan merupakan level terendah dalam data warehouse. Didalam area ini warehouse menyimpan seluruh detail data yang terdapat pada skema basis data. Jumlah data sangat besar sehingga memerlukan storage yang besar pula dan dapat diakses secara cepat. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah kerumitan untuk mengatur data menjadi meningkat dan biaya yang diperlukan menjadi mahal.

Berikut ini beberapa alasan mengapa current detail data menjadi perhatian utama:
•Menggambarkan kejadian yang baru terjadi dan selalu menjadi perhatian utama
•Sangat banyak jumlahnya dan disimpan pada tingkat penyimpanan terendah.
•Hampir selalu disimpan dalam storage karena cepat di akses tetapi mahal dan kompleks dalam pengaturannya.
•Bisa digunakan dalam membuat rekapitulasi sehingga current detail data harus akurat.
2.Older detail data
Data ini merupakan data historis dari current detail data, dapat berupa hasil cadangan atau archive data yang disimpan dalam storage terpisah. Karena bersifat back-up (cadangan), maka biasanya data disimpan dalam storage alternatif seperti tape-desk.
Data ini biasanya memilki tingkat frekuensi akses yang rendah. Penyusunan file atau directory dari data ini di susun berdasarkan umur dari data yang bertujuan mempermudah untuk pencarian atau pengaksesan kembali.

3.Lighlty summarized data
Data ini merupakan ringkasan atau rangkuman dari current detail data. Data ini dirangkum berdasar periode atau dimensi lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Ringkasan dari current detail data belum bersifat total summary.Data-data ini memiliki detil tingkatan yang lebih tinggi dan mendukung kebutuhan warehouse pada tingkat departemen. Tingkatan data ini di sebut juga dengan data mart. Akses terhadap data jenis ini banyak digunakan untuk view suatu kondisi yang sedang atau sudah berjalan.

4.Highly summarized data
Data ini merupakan tingkat lanjutan dari Lightly summarized data, merupakan hasil ringkasan yang bersifat totalitas, dapat di akses misal untuk melakukan analisis perbandingan data berdasarkan urutan waktu tertentu dan analisis menggunakan data multidimensi.

5.Metadata
Metadata bukan merupakan data hasil kegiatan seperti keempat jenis data diatas. Menurut Poe, metadata adalah ‘data tentang data’ dan menyediakan informasi tentang struktur data dan hubungan antara struktur data di dalam atau antara storage (tempat penyimpanan data).
Metadata berisikan data yang menyimpan proses perpindahan data meliputi database structure, contents, detail data dan summary data, matrics, versioning, aging criteria, versioning, transformation criteria. Metadata khusus dan memegang peranan yang sangat penting dalam data warehouse.

Metadata sendiri mengandung:
•Struktur data
Sebuah direktori yang membantu user untuk melakukan analisis Decission Support System dalam pencarian letak/lokasi dalam data warehouse.

•Algoritma
Algoritma digunakan untuk summary data. Metadata sendiri merupakan panduan untuk algoritma dalam melakukan pemrosesan summary data antara current detail data dengan lightly summarized data dan antara lightly summarized data dengan hightly summaried data.

•Mapping
Sebagai panduan pemetaan (mapping) data pada saat data di transform/diubah dari lingkup operasional menjadi lingkup data warehouse.
Kegunaan Data Warehouse
Ada empat tugas yang bisa dilakukan dengan adanya data warehouse. Menurut Williams, keempat tugas tersebut yaitu:
a.Pembuatan laporan
Pembuatan laporan merupakan salah satu kegunaan data warehouse yang paling umum dilakukan. Dengan menggunakan query sederhana didapatkan laporan perhari, perbulan, pertahun atau jangka waktu kapanpun yang diinginkan.

b.On-Line Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse, semua informasi baik detail maupun hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat. OLAP mendayagunakan konsep data multi dimensi dan memungkinkan para pemakai menganalisa data sampai mendetail, tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan karena pada konsep multi dimensi, maka data yang berupa fakta yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fasilitas lain yang ada pada sofware OLAP adalah fasilitas rool-up dan drill-down. Drill-down adalah kemampuan untuk melihat detail dari suatu informasi dan roll-up adalah kebalikannya.

c.Data mining
Data mining merupakan proses untuk menggali (mining) pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
Beberapa solusi yang diberikan data mining antara lain:
1.Menebak target pasar
Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pemebeli sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
2.Melihat pola beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari waktu ke waktu.
3.Cross-market analysis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan antara satu produk dengan produk lainnya.
4.Profil pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil pembeli sehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu cenderung kepada suatu produk apa saja.
5.Informasi summary
Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.
d.Proses informasi executive
Data warehouse dapat membuat ringkasan informasi yang penting dengan tujuan membuat keputusan bisnis, tanpa harus menjelajahi keseluruhan data. Dengan menggunakan data warehouse segala laporan telah diringkas dan dapat pula mengetahui segala rinciannya secara lengkap, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Informasi dan data pada laporan data warehouse menjadi target informative bagi user.
Contoh Kasus Data Warehouse
PT. Astra Honda Motor merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tranportasi dan sparepart nya. Sejak pertengahan 1990 tahun, perusahaan ini membangun cabang di kota-kota besar di Indonesia. Karena perusahaan mempunyai banyak cabang yang tersebar dan dimana tiap cabang mengembangkan database yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, mengakibatkan data perusahaan sulit untuk diolah menjadi satu kesatuan informasi.


Pertanyaan yang timbul:
1.Apa strategi pemasaran yang baik untuk seluruh cabang?
2.Apakah dalam proses layanan sudah memadai dan memuaskan?
3.Model kendaraan seperti apakah yang di inginkan konsumen?

Manfaat data warehouse:
1.Dapat mengetahui model motor seperti apa yang banyak terjual di pasaran.
2.Cabang mana yang banyak memasarkan produk dari perusahaan.
3.Mampu menggabungkan seluruh database yang berasal dari berbagai sumber data atau pun cabang – cabang nya.
4.Melalui data warehouse ini, seluruh database tersebut dapat terintegrasi secara lengkap  dan digunakan untuk kebutuhan penyediaan informasi pemasaran baik itu penjualan per  tahun, penjualan suku cadang,  penjualan  motor, dan lain sebagainya.
Perbandingan Model Skema Bintang dan Model Skema Snowflake Pada Data Warehouse
Model yang sering digunakan di dalam data warehouse saat ini adalah skema bintang dan skema snowflake. Masing-masing model tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam artikel ini dijelaskan dengan detil mengenai perbedaan kedua skema tersebut. Selain itu dijelaskan pula kondisi-kondisi yang sesuai di dalam mengimplementasikan skema bintang maupun skema snowflake.
Skema bintang dan skema snowflake adalah sarana untuk mengorganisir data mart – data mart atau gudang-gudang data dengan menggunakan basis data relasional. Kedua skema tersebut menggunakan tabel-tabel dimensi untuk mendeskripsikan data-data yang terdapat di dalam tabel fakta.
Setiap perusahaan pada umumnya menjual produk, pengetahuan, maupun jasa. Sehingga sistem penjualan adalah sebuah sistem yang terdapat di sebagian besar perusahaan. Berikut ini dijelaskan mengenai model penjualan baik skema bintang maupun skema snowflake.
Skema Bintang

Karakteristik utama dari skema bintang adalah bahwa tabel dimensinya tidak dinormalisasi. Pada model di atas, tabel fakta fact_sales (warna merah muda)berisi data-data yang diekstrakdari database operasional. Sedangkan tabel yang berwarna biru muda adalah tabel dimensi. Pada gambar di atas terdapat lima tabel dimensi yaitu dim_sales_type, dim_store, dim_employee, dim_product, dan dim_time.

Dari model ini, kita dapat dengan mudah melihat mengapa skema ini disebut ‘skema bintang’, karena model tersebut terlihat seperti bintang, dengan tabel dimensi yang mengelilingi tabel fakta.

SkemaSnowflake
Skema snowflakejuga menyimpan data yang sama seperti pada skema bintang. Tabel fakta yang digunakan pada skema bintang maupun pada skema snowflake berisi field-field yang sama. Perbedaan utama antara skema bintang dan skema snowflake adalah semua tabel dimensi pada skema snowflake telah dinormalisasi. Proses normalisasi tabel-tabel dimensi pada skema snowflake ini disebut dengan proses snowflaking,sehingga tampilan tabel-tabel pada skema snowflake bentuknya menyerupai snowflake.

Selain itu, perbedaan lainnya adalah dalam hal kompleksitas query-nya. Skema snowflake memiliki kompleksitas query yang lebih kompleks dibandingkan dengan skema bintang. Penjelasan mengenai kedua perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

1.Normalisasi
Seperti yang telah disebutkan di atas, normalisasi adalah perbedaan utama antara skema bintang dengan skema snowflake. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
•Skema snowflake menggunakan ruang penyimpanan yang lebih kecil dibandingkan ruang penyimpanan pada skema bintang. Hal ini disebabkan karena tabel-tabel dimensi yang telah dinormalisasi memiliki record-record yang efisien karena tidak terjadi pengulangan data-data yang sama.
•Tabel dimensi yang tidak dinormalisasi dapat menyebabkan masalah integritas data. Karena data-data yang sama bisa muncul berulang-ulang, bahkan bisa juga terjadi kesalahan pengetikan pada data-data yang sama tersebut. Sehingga pada skema bintang harus dilakukan pengecekan dan maintenance secara berkala.
•Penyimpanan data pada skema snowflake lebih terorganisir dan lebih rapi dibandingkan dengan skema bintang.

2.Kompleksitas Query
Sebelum masuk ke dalam penjelasan mengenai perbandingan kompleksitas query antara skema bintang dan skema snowflake, terlebih dahulu diberikan contoh perintah query yang digunakan untuk menghitung jumlah telepon yang terjual di toko-toko di kota Berlin sepanjang tahun 2016. Perintah query-nya adalah sebagai berikut:
•Skema Bintang
SELECT
dim_store.store_address,
SUM(fact_sales.quantity) ASquantity_sold
FROM
fact_sales

INNERJOINdim_product ONfact_sales.product_id = dim_product.product_id
INNERJOINdim_time ONfact_sales.time_id = dim_time.time_id
INNERJOINdim_store ONfact_sales.store_id = dim_store.store_id
WHERE
dim_time.action_year = 2016
ANDdim_store.city = ‘Berlin’
ANDdim_product.product_type = ‘phone’
GROUPBY
dim_store.store_id,
dim_store.store_address

•Skema Snowflake
SELECT
  dim_store.store_address,
  SUM(fact_sales.quantity) ASquantity_sold
FROM
  fact_sales
  INNERJOINdim_product ONfact_sales.product_id = dim_product.product_id
  INNERJOINdim_product_type ONdim_product.product_type_id = dim_product_type.product_type_id
  INNERJOINdim_time ONfact_sales.time_id = dim_time.time_id
  INNERJOINdim_year ONdim_time.year_id = dim_year.year_id
  INNERJOINdim_store ONfact_sales.store_id = dim_store.store_id
  INNERJOINdim_city ONdim_store.city_id = dim_city.city_id
WHERE
  dim_year.action_year = 2016
  AND dim_city.city = ‘Berlin’
  AND dim_product_type.product_type_name = ‘phone’
GROUPBY
  dim_store.store_id,
  dim_store.store_address

Seperti terlihat dari dua perintah query di atas, query pada skema snowflake lebih kompleks dibandingkan dengan query yang digunakan pada skema bintang. Hal ini disebabkan karena pada skema snowflake melibatkan lebih banyak tabel sebagai akibat dari proses normalisasi, sehingga menggunakan perintah JOIN yang lebih banyak dibandingan dengan skema bintang.
Pada skema bintang,hanya ada satu perintah JOIN untuk setiap tabel dimensi. Namun jika tidak melibatkan tabel dimensi, maka perintah JOIN tidak perlu digunakan. Sedangkan pada skema snowflake, jumlah perintah JOIN yang digunakan bisa bervariasi tergantung kebutuhan.
Menggabungkan dua tabel memerlukan waktu karena Database Management System (DBMS) memerlukan waktu yang lebih lama untuk memproses permintaan query tersebut. Sebagai contoh tabel dim_store dan dim_city terlihat berdekatan pada gambar skema di atas, namun secara fisik kedua tabel tersebut mungkin tidak terletak berdekatan dalam media penyimpanan. Akan tetapi data-data yang terletak pada satu tabel, kemungkinan besar secara fisik data-data tersebut terletak berdekatan dalam media penyimpanan.
Umumnya, sebuah query yang berjalan dalam data mart dengan skema snowflake akan dieksekusi lebih lambat. Namun hal ini tidak menimbulkan masalah yang besar jika hasil yang ditampilkan hanya dalam waktu antara 1 mili detik sampai dengan 1 detik. Hal ini dapat menjadi masalah yang serius jika hasil yang ditampilkan memerlukan waktu 5 detik atau lebih.

Cara-Cara Mempercepat Eksekusi Query
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses query dalam laporan adalah sebagai berikut:
•Menyimpan data ke dalam level yang kita perlukan dalam laporan. Hal ini dapat memampatkan ukuran data secara signifikan. Untuk itu diperlukan prosedur-prosedur ETL (Extract, Transform, Load) yang dapat mentransformasi data ke dalam struktur dengan tepat dan efisien.
•Membuat sebuah tempat penyimpanan data yang terpusat untuk semua data perusahaan, tidak hanya untuk data-data bagian tertentu saja.
•User hanya mengakses data-data yang diperlukan saja untuk analisa dan laporan, tidak perlu semua data yang dapat memperlambat proses eksekusi query.

Kelebihan dan Kekurangan Snowflake Schema
Kelebihan Snowflake Schema
Snowflake Skema dalam keluarga yang sama sebagai skema bintang model logis. Bahkan, skema bintang ini dianggap sebagai kasus khusus dari skema snowflake. Kepingan salju skema memberikan beberapa keunggulan dibandingkan dengan skema bintang dalam situasi tertentu, termasuk:
•Beberapa OLAP alat pemodelan database multidimensi dioptimalkan untuk skema kepingan salju.
•Normalisasi hasil atribut penghematan penyimpanan, tradeoff menjadi kompleksitas tambahan dalam sumber permintaan bergabung.

Kekurangan Snowflake Schema
Kerugian utama dari skema snowflake adalah bahwa tingkat tambahan atribut normalisasi menambah kompleksitas sumber permintaan bergabung, jika dibandingkan dengan skema bintang .

Skema snowflake, berbeda dengan datar dimensi tabel tunggal, telah banyak dikritik. Tujuan mereka diasumsikan penyimpanan yang efisien dan kompak data dinormalisasi tapi ini adalah pada biaya yang signifikan kinerja yang buruk ketika browsing bergabung diperlukan dalam dimensi ini. Kerugian ini mungkin telah berkurang dalam tahun sejak pertama kali diakui, karena kinerja query yang lebih baik dalam alat browsing.

Bila dibandingkan dengan sangat normal skema transaksional, kepingan salju skema ini denormalization menghapus jaminan integritas data yang disediakan oleh skema normal data beban ke dalam skema snowflake harus sangat dikontrol dan dikelola untuk menghindari update dan memasukkan anomali.

Kelebihan Dan Kekurangan Star Schema
Kelebihan Star Schema
Skema bintang yang denormalized , yang berarti aturan normal normalisasi diterapkan pada database relasional transaksional santai selama desain skema bintang dan implementasi. Manfaat skema bintang denormalization adalah
•Pertanyaan sederhana – skema bintang bergabung logika umumnya lebih sederhana daripada bergabung logika yang diperlukan untuk mengambil data dari sangat normalskema transaksional.
•Sederhana pelaporan bisnis logika – bila dibandingkan dengan sangat normal skema, skema bintang menyederhanakan umum logika pelaporan bisnis, seperti-selama periode-periode dan as-pelaporan.
•Keuntungan kinerja query – Bintang skema dapat memberikan peningkatan kinerja untuk aplikasi read-only pelaporan bila dibandingkan dengan sangat normal skema.
•Cepat agregasi – query sederhana terhadap skema bintang dapat menghasilkan peningkatan kinerja untuk operasi agregasi.
•Feeding kubus – Bintang skema yang digunakan oleh semua OLAP sistem untuk membangun proprietary kubus OLAP secara efisien; pada kenyataannya, sebagian besar OLAPsistem menyediakan ROLAP modus operasi yang dapat menggunakan skema bintang langsung sebagai sumber tanpa membangun struktur kubus proprietary.

Kekurangan Star Schema
Yang saya ketahui kerugian utama dari skema bintang adalah bahwa integritas data tidak ditegakkan serta berada dalam database yang sangat normal. Satu-off menyisipkan dan update dapat mengakibatkan anomali Data yang dinormalisasi skema dirancang untuk menghindari. Secara umum, bintang skema dimuat dalam mode yang sangat dikontrol melalui batch processing atau dekat-real time “trickle feed”, untuk mengkompensasi kurangnya perlindungan yang diberikan oleh normalisasi .
Skema bintang juga tidak fleksibel dalam hal kebutuhan analitis sebagai model data dinormalisasi. Model Normalisasi memungkinkan setiap jenis pertanyaan analitis untuk dieksekusi selama mereka mengikuti logika bisnis yang didefinisikan dalam model. Skema bintang cenderung lebih tujuan-dibangun untuk pandangan tertentu dari data, sehingga tidak benar-benar memungkinkan analisis yang lebih kompleks. Skema bintang tidak mendukung banyak-ke-banyak hubungan antara entitas bisnis – setidaknya tidak sangat alami.Biasanya hubungan ini disederhanakan dalam skema bintang untuk menyesuaikan model dimensi sederhana.

sumber:
https://karlindasebastian.wordpress.com/2015/06/23/data-warehouse-arsitektur-data-warehouse/
https://mti.binus.ac.id/2017/04/10/perbandingan-model-skema-bintang-dan-model-skema-snowflake-pada-data-warehouse/



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

The Owner

The Owner

About The Owner

Hi! I'm putri (line 96), a happy girl
with much dream at my brain. This is the place where I share a bit about
story of my life.
If you want to contact me, feel free to drop me a hay at putri3dk@gmail.com

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

My Recent Post

Hashtag

  • #2015
  • #2017
  • #2019
  • #jakarta

Postingan Populer

  • ERP di Perusahaan Indonesia
    Yuhuu anyyeong haseyo.. Akhir awali 2017 dengan topik ERP..sungguh kangen hati ini untuk berramah tamah dengan kalian tunggu update s...
  • EXAM SAP
    Helloo..Welcome back to my blog *sambil bayangin kak Suhay ngomong pas opening vlog ya hihi oke good people kali ini aku mau shar...
  • Penjadwalan Disk
    Penjadwalan Disk Salah satu tanggung jawab sistem operasi adalah menggunakan hardware dengan efisien. Khusus untuk disk drives, efisiensi ...
putri.kusiyanti. Diberdayakan oleh Blogger.

Visitor

website counter
Stats For Free

Followers

Created with by ThemeXpose